Sebingkai foto pada zaman SMA, di
dalamnya gadis belia yang masih sangat polos dengan tubuh gemuk, memakai abju
berwarna putih. Penampilan fisik sama sekali bukan perhatiannya sehari-hari. Gadis
cuek yang selalu berpakaian seadanya tanpa memilah-milah pakaian. Putri, yang
waktu itu masih kutu buku dan berteman dengan kelompok yang setipe. Beratnya waktu
itu bisa mencapai 68kg, untuk ukuran badan Putri sih itu sudah memasuki over-weight.
Berawal dari masuklah Putri ke jenjang
selanjutnya, yaitu dunia perkuliahan. Dia melihat suasana berbeda dibanding
masa sekolahnya dahulu, bahkan semenjak hari pertama masa orientasi mahasiswa.
Suasana yang dimaksud adalah teman-teman barunya yang terlihat memperhatikan
tampilan fisiknya. Putri merasa teman-teman barunya terlihat cantik dan “modis”
padahal masih dengan seragam SMA-nya.
“Kok ngeliat temen-temen baru gue ini
kok, pada cantik-cantik banget. Pake baju juga kayak enak dilihat gitu. Sementara
gue, ah, gue gabisa ceritain. Intinya, engga banget,” ungkapan Putri mengingat masa-masa tersebut sambil masih dengan
melihat foto yang ia pegang.
Remaja masa kini memang sangat peduli
akan kecantikan wajah dan juga tubuhnya. Hal ini sejalan dengan penelitian di
beberapa belahan dunia yang dilakukan oleh seorang pemerhati gizi di Amerika,
yaitu Neumark-Sztainer, dan nyatanya terdapat 44% remaja putri yang melakukan diet
berat badan di Amerika. Berdasarkan AC Nielson’s
Report, perilaku diet yang ekstrim juga telah merambah di Asia Tenggara.
Adanya cermin besar yang berada di dalam
toilet kampus mungkin menjadi kesenangan bagi para mahasiswi karena bisa
melihat bentuk tubuh dengan clearly.
Tetapi disitulah yang membuat Putri semakin tidak pede dengan berat badannya.
“Setiap gue melihat ke kaca, gue selalu
merasa ‘ya ampun, temen-temen gue kurus banget, enak banget dilihat’, dan,
dibandingin badan gua yang sebesar ini, oh my God,” dengan ekspresi yang mulai memperlihatkan emosi kesalnya saat
melihat bentuk badannya sendiri.
Selain merasa kalau berat badannya
menjadi suatu masalah terhadap penampilan fisiknya, Putri juga merasa terhambat
dan malu karena menjadi lebih lambat dibanding “maba” yang lain jika melakukan
sesuatu seperti lari atau kegiatan ospek lainnya. Poin ini yang makin
memantapkan Putri untuk melakukan diet.
Menurut Grogan lulusan Manchester
Metropolitan University, yang mempelajari tentang Body Image, tren wanita kurus mulai menjamur di tahun 1980-an dan
semakin meningkat hingga saat ini, jadi sebenarnya wajar saja jika orang saat
ini dapat melakukan berbagai cara demi mendapatkan tubuh yang kurus seperti
model-model di majalah.
Awal masa perkuliahan menjadi awal pula
untuk Putri memperbaiki penampilannya terutama mengurangi berat badannya. Entah
kebetulan, dia mendengar dari temannya jika ada obat yang di klaim bagus untuk
menurunkan berat badan. Demi obsesinya menjadi langsing bagaikan artis Korea,
meminum obat tersebut menjadi pilihan Putri.
Walaupun harus rela nabung selama satu
bulan karena harganya yang mahal, bagi Putri obat tersebut dirasa sangat ampuh.
Namun, saat sedang mengonsumsi obat tersebut ia merasa bukan dirinya sendiri.
Dia tidak merasakan lapar sama sekali, bahkan nafsu makannya pun hilang
walaupun makanan kesukaannya seperti cokelat dan cheese cake ada di depan matanya.
“Ini tuh
tubuh gue kenapa?” ungkap Putri
dengan ekspresifnya menceritakan pengalamannya.
Obat tersebut pernah membuat Putri hanya
minum air putih dan makan dua potong roti dalam tiga hari berturut-turut,
tetapi tidak ada rasa lapar sama sekali yang bisa dirasakan. Namun dibalik
pengaruh obat tersebut, Putri merasakan efek samping yang cukup menyiksa badannya.
Selain perutnya yang perih, resah dan tidak bisa tidur saat malam hari
karena membuat pikiran yang aneh-aneh
dan tidak tenang.
Ini sama halnya seperti yang dikutip pada
tribunnews.com, dimana penggunaan
jangka panjang pil diet akan menyebabkan penglihatan kabur, mulut kering, mual,
muntah, bahkan dapat menyebabkan penyakit jantung dan insomnia maupun gelisah.
Selama sebulan diet ketat, Putri hanya
mengisi badannya dengan banyak minum air mineral, dan terbukti memang membuat
badan Putri lebih kurus dengan cepat. Dibalik tubuhnya yang berangsur kurus
inilah Ia menjadi sering mengeluarkan keringat dingin, jantung yang berdebar, muka
yang tidak terlihat segar alias pucat, dan konsentrasi terganggu hingga diajak
berbincang oleh orang pun tidak fokus.
Dikutip dari womenshealthmag.com sebenarnya efek tersebut sudah pernah diteliti
jika orang yang minum pil diet biasanya akan mengalami peningkatan detak
jantung, nyeri dada, dan akhirnya mengalami kerusakan jantung dan berbagai
kesehatan lainnya. Seperti yang disebutkan pula dalam laman health.usnews.com, dimana tubuh kita
tidak bisa melakukan diet yang ekstrim, dan itu merupakan hal yang salah
menurut para ahli gizi. Sampai pada akhirnya, wanita berjilbab ini merasa ada yang
tidak beres dengan minuman kesayangannya itu dan memutuskan untuk berhenti.
“Obat ini tuh kayaknya, udah deh stop
deh, lama-lama gue bisa mati kayaknya minum obat kayak gini”, lontaran Putri
dengan mimic yang merasa kapok.
Hal yang sama dirasakan juga oleh Ayu
yang tidak pede dengan bentuk badannya. Padahal wanita semampai ini bisa
dikatakan kurus untuk badannya sendiri yang memiliki tinggi 171cm dengan berat
badan 51kg. Ayu memutuskan untuk diet karena tuntutan profesi sebagai model freelance yang bagi dia mengharuskan
seseorang sekurus mungkin.
“Tapi karena emang, emm gimana ya, ketika
aku nyari uang, dan aku berprofesi sebagai model, temen-temen aku pasti yang
lebih kurus daripada aku kan,” lontaran perasaan Ayu dengan bawaan santai.
“Padahal setelah aku piker-pikir dulu aku
ga gendut juga, tapi aku ngerasa aku butuh banget diet yang bisa sampai
nyakitin diri aku sendiri,” lanjutnya.
Menurut laporan National Health Service (NHS), ada beberapa faktor pemicu orang
memilih diet ketat, diantaranya:
1.
Faktor Psikologis:
kecenderungan mengalami dan mengatasi
stres, mudah depresi dan cemas, khawatir
yang berlebihan akan masa depan, susah mengendalikan emosional hingga memiliki
obsesi untuk kurus.
2.
Faktor Lingkungan:
kecenderungan budaya barat yang menilai wanita yang ideal dan cantik adalah yang bertubuh kurus. Tekanan dan stres di
sekolah atau lingkungannya, intimidasi, khususnya tentang berat badan ideal.
Selain itu, bentuk tubuh juga mempengaruhi dalam pekerjaan maupun hobi
tertentu, dimana tubuh kurus adalah bentuk yang ideal.
3.
Faktor Biologis dan
Genetik: perubahan fungsi otak atau kadar hormon. Bagian otak yang mengontrol
nafsu makan mempengaruhi sehingga dapat menyebabkan perasaan cemas dan rasa
bersalah setelah makan.
Model satu ini menjalani diet dengan
tidak makan nasi selama satu bulan, dan hanya diganti satu kentang rebus untuk
makanan seharian. Bukan hanya merubah pola makan, tetapi dibarengi juga
olahraga yang diforsir. Pada akhirnya ia merasa, selama satu bulan masa-masa
kelam untuknya itu berhasil membuat berat badannya sekitar 40-an kg.
“Aku tuh sampe kalau misalnya tiduran
trus aku tengkurap, aku tuh bisa rasain tulang-tulang aku karena saking ga ada
dagingnya lagi” sambil memegang perutnya yang kini terlihat sedikit lebih
berisi.
Efek yang dirasakan sama seperti Putri, inginnya
hanya tidur, tidak bisa banyak bicara apalagi beraktifitas dengan normal,
gampang kedinginan hingga fisiknya yang sempat drop karena daya tahan tubuh
yang sangat menurun. Puncaknya saat akhirnya ada masalah pada lambung Ayu yang
sampai saat ini masih menyiksa tubuhnya.
Mereka yang merasa telah melakukan hal
yang salah, akhirnya benar benar meninggalkan diet ekstrim versinya
masing-masing. Beberapa efek buruk pun juga menyergap dua wanita cantik ini, seperti yang dikutip dari health.usnews.com, antara lain:
1.
Gangguan Pola
Makan: kemungkinan kita akan mengalami gangguan pola makan seperti anoreksia
akan semakin besar.
2. Malnutrisi: tubuh kita bisa mengalami kekurangan gizi. Jika tubuh
mengalami malnutrisi, maka resiko lain yang akan timbul adalah tubuh mudah
mengalami 3L (lemah, lesu, lunglai), insomnia, dan gangguan fungsi memori.
3. Imunitas menuru: bisa berakibat pada menurunnya tingkat imunitas
sehingga dapat dengan mudah sakit.
4.
Lebih bertambah
gemuk: dengan melakukan diet ekstrim, ketika kita merasa sudah berhasil dengan
diet kita, diet ini justru akan membuat tubuh kita semakin melar disbanding
sebelumnya.
Betapa buruknya
dampak yang dihasilkan diet ekstrim terhadap tubuh, ada baiknya pria maupun
wanita bisa berhati-hati dalam menjalani program diet yang lebih sehat. Apa
yang dilakukan Putri dan Ayu hanya satu bulan, namun efek negatif yang
ditimbulkan mempunyai jangka waktu yang sangat panjang. Wajar kalau kita
menyukai yang instan, namun jangan membuat kesehatan keteteran.